S i s m o n o L a O d e

tiap kata akan terus mengalir

manusia antarbudaya

saya hidup di tengah bangsa-bangsa Jawa, ketika memulai kuliah di tanah keraton Jogjakarta, namun saya pun ada di tengah-tengah bangsa Celebes, karena di sanalah tanah kelahiranku. Sebagian raga saya ada di mana-mana, pun sebagian jiwa saya. Hingga, saya pun ” bingung dan sulit” menerjemahkan diri saya. Siapakah saya? Apakah seorang Celebes ataukah seorang Jawa. Itu agaknya tidak penting! Karena, saya manusia antarbudaya. Hidup di belantara bangsa-bangsa yang harus memahami sisi hidup multikulturalisme.

Agaknya, waktu terus bergelut. Saya terus hidup dalam dua identitas. Di pagi hari hingga petang, saya bergumul di tengah kawan-kawan di luar identitas awalku. Namun, di malam hari saya berada di tengah etnisitas celebes. Sebagian kawan-kawan menduga: saya telah kehilangan identitas. “Saya telah terserabut dari akar kulturku!” Mungkin benar, namun mungkin juga salah. Yang pasti: saya tidak memersoalkan siapa diriku lagi. “Saya adalah seorang celebes, saya seorang Jawanis, dan Saya adalah seorang dari mereka sendiri.” Saya adalah saya. Seorang sosok otonom yang tak memungkiri kuatnya arus hidup sosial.

tabikku,
Sismono laode

9 September 2008 - Posted by | universal

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: